Rabu, 21 Agustus 2019

Verb Phrases & Tenses

Verb Phrase


Frasa verba terdiri atas kata kerja utama, atau kata kerja utama ditambah modal dan/atau kata kerja bantu. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, phrase adalah kelompok kata yang tidak mengandung subjek dan predikat dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai klausa. Verb phrase memiliki fungsi sebagai verb atau kaya kerja dalam suatu kalimat.


Contoh:


-         Smartphone was first invented in 1992 by IBM
Pada kalimat tersebut, ‘Smartphone’ memiliki fungsi sebagai subjek kalimat, sedangkan ‘was invented’ berfungsi sebagai predikat yang bentuknya adalah frasa kata kerja (verb phrase)
-         The little baby has been crying really loud
Pada kalimat di atas, ‘the little baby’ merupakan subjek kalimat, sedangkan predikatnya adalah ‘has been crying’, sedangkan ‘very loud’ berfungsi sebagai pelengkap (adverb). Verb phrase dalam kalimat ini adalah has been crying.
-       My friends and I are going on a vacation to Bali next week.
Pada kalimat tersebut, ‘are going on a vacation’ berfungsi sebagai verb phrase.
-         She is walking down the hill now
Pada kalimat ini, ‘is walking’ merupakan verb phrase, dengan present continuous tense (auxiliary verb ‘be’ + present participle)

Tenses
Tenses merupakan bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa.
Berikut macam-macam, penggunaan, rumus dan contoh 16 macam tenses bahasa Inggris.
Penggunaan dan Rumus Tenses
Simple Present Tense : Tense ini untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini.
We agree with the speaker’s opinion.
(Kami setuju dengan opini pembicara.)
S + V-1
Present Continuous Tense : Tense ini untuk membicarakan aksi yang
sedang berlangsung sekarang atau rencana dimasa depan.
I’m driving to Yogyakarta now.
(Saya sedang menyetir ke Yogyakarta sekarang.)
S + am/is/are + present participle

Present Perfect Tense : Tense ini digunakan untuk mengungkapkan
suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih
berlanjut sampai sekarang.
I have lived in Depok for 9 years.
(Saya telah tinggal di Depok selama 9 tahun.)
S + have/has + past participle

Present Perfect Continuous Tense : Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang
telah selesai pada suatu titik dimasa lampau atau aksi telah dimulai di masa lalu dan terus berlanjut sampai sekarang.
We have been waiting for you since an hour ago.
(Kita telah menunggu kamu sejak sejam lalu )
S + have/has + been + present participle

Simple Past Tense : Tense ini untuk menunjukkan bahwa suatu
kejadian terjadi di masa lampau.
The party started at 6 p.m (Pesta dimulai jam 6 sore.)
S + V-2

Past Continuous Tense : Tense ini digunakan untuk mengungkapkan
bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.
The team was playing basketball all day yesterday.
(Tim bermain basket sepanjang hari kemarin.)
S + was/were + present participle
Past Perfect Tense : Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum aksi lainnya terjadi.
When he came last night, the cake had run out.
(Ketika dia datang semalam, kue sudah habis.)
S + had + past participle
Past Perfect Continuous Tense : Tense ini digunakan untuk mengungkapkan suatu aksi (dengan durasi waktu tertentu) telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu.
The labors had been demonstratingfor an hour when the manager came.
(Pekerja telah berdemonstrasi selama satu jam ketika manager datang.)
S + had + been + present participle

Simple Future Tense : Tense ini untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana.
You will win the game.
(Kamu akan memenangkan permainan tersebut.)
I am going to meet him
tomorrow.
(Saya akan menemuinya besok.)
•         S + will + bare infinitive
•         S + be (is/am/are) + going to + bare infinitive

Future Continuous Tense : Tense ini untuk mengungkapkan aksi yang
akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa depan.
He will be sleeping at 10 p.m.
(Dia akan sedang tidur pada jam 10 malam.)
S + will + be + present participle

Future Perfect Tense : Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas akan sudah selesai pada suatu titik waktu di masa depan.
At this time next month, I’ll have finished my English course.
(Pada waktu yang sama bulan depan, saya akan telah menyelesaikan kursus
bahasa Inggris.)
S + will + have + past participle

Future Perfect Continuous Tense : Tense ini untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi akan sudah berlangsung selama sekian lama pada titik waktu tertentu di masa depan.
The cat will have been sleeping longwhen you get home.
(Kucing itu telah lama tidur ketika kamu pulang.)
S + will + have + been + present participle

Simple Past Future Tense : Tense ini untuk menyatakan suatu aksi yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa depan pada saat berada dimasa lalu.
He would forgive you.
(Dia akan memaafkanmu.)
S + would + bare infinitive

Past Future Continuous Tense : Tense ini untuk membicarakan suatu aksi yang akan sedang berlangsung (berupa prediksi/rencana) di masa depan pada saat berada dimasa lalu.
She would be working at nine o’clock this morning.
(Dia akan sedang bekerja jam sembilan pagi ini.)
S + would + be + present participle

Past Future Perfect Tense : Tense ini untuk membicarakan suatu aksi
aktivitas yang akan telah dilakukan di masa lalu. Bentuk ini juga digunakan pada conditional sentence type 3.
I thought you would have sleptby the time I arrived.
(Saya pikir kamu akan sudah tidur pada saat saya tiba.)
S + would + have + past participle

Past Future Perfect Continuous Tense : Mirip dengan future perfect continuous tense,
namun realisasi aksi yang dilakukan dapat diketahui sekarang karena aksinya terjadi di masa lampau.
He would have been working as a civil engineer in Jakarta by the end of this week last month.
(Dia akan telah bekerja sebagai enjinir sipil di Jakarta pada akhir minggu ini bulan lalu.)



Source :
http://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-verb-phrase
http://www.wordsmile.com/contoh-soal-verb-phrase-jawabannya http://www.wordsmile.com/pengertian-rumus-contoh-kalimat-16-tenses-inggris \

Rabu, 31 Juli 2019

Effective Management Techniques


[Content]           
Effective management is a primary objective for leaders across the globe.Better leadership helps build stronger communities, businesses and organizations.Management principles serve as guidelines for the decisions and actions of leaders that help them function on a daily basis. Without guiding principles, leaders can quickly become disconnected from the organization’s vision and mission. There are 3 effective management techniques that can support the changing landscape of both local and global organization, they are ethical leadership, strategic vision and trust.

[Elaboration]
                Ethical business behavior is an essential leadership responsibility. In business, ethics are the values, morals and principles that an organization and its leaders use to govern business practices, actions and behaviors. Because we live in a world of diverse cultures, business practices can vary greatly depending on country, region or customs. In addition, everyone in an organization will not hold the same beliefs, integrity or level of loyalty and conscientiousness with regard to business practices. It is imperative that leaders employ the ethical business principles defined by their organizational management. These principles should enable leaders to act responsibly and with integrity, respect, dependability, and transparency. Establishing the management principle of ethical leadership identifies an organization to its employees, stakeholders, customers, and prospective clients as a business that offers trustworthiness, competency, reliability, and security. People feel confident working for and doing business with leaders who value ethical behavior as a consistent priority.
                Strategic vision links the current position of your organization with its future. It has often been compared to a roadmap for a journey. Without a roadmap, the organization can get lost, accidentally take detours, or end up in a completely different place than it planned to go. A strategic vision outlines the path to the goal. Even if your team must make a detour at some point, a strategic vision will serve as the consistent definition of the initial goals, so that you and your team can consider alternate routes but still achieve the desired results.Creating a clear vision for your organization is an important first step for communicating organizational goals. It is a leader’s role to craft a clear, simple and memorable vision as well as a roadmap to achieving it, so that everyone in the organization can understand and follow.
                Trust affects everyone involved in the organizational relationship. Leader must consistently build trust as a guiding principle of management. It is imperative for leaders to assess how their personal behaviors establish trust among those they lead. Employees must see leaders as authentically reliable, dependable and respectful in order to consider them trustworthy.Building, nurturing and maintaining trust in all organizational relationships is essential as a guiding management principle. When leaders establish trust, they foster more authentic communication and loyalty among team members, colleagues, stakeholders, customers, followers. It takes time and intention to build trust; but one untrustworthy behavior can diminish or destroy organizational relationships.
In conclusion, with these 3 principles of effective management guiding you, you will raise the standard of leadership in your organization and inspire those around you to lead ethically, clearly, trusted, and with a focus on achievement.Businesses that deliver fast-to-market products may establish management principles around innovation. And while the management principles in organization may evolve over time, most organizations are built upon a foundational set of management principles that steer organizational growth and effectiveness.

[Source]
Leadercast. (2016). Leading Manager Principles. Source: https://northcoasttraining.org/wp-content/uploads/2016/03/Manage.pdf, accessed on July 2019.

Rabu, 03 Juli 2019

Subject, Verb, Complement & Modifier.

Subject : The subject of a sentence is the noun, pronoun or noun phrase that precedes and governs the main verb. The subject is the part of the sentence that performs an action or which is associated with the action.

Example :
1. Yana  plays the piano.
 = The subject “Yana” performs the action of “playing the piano”.
2. She is a really nice girl
 = “She” is the subject of the sentence, controlling the verb and the complement.


Verbs : are a class of words used to show the performance of an action (do, throw, run), existence (be), possession (have), or state (know, love) of a subject. To put it simply a verb shows what something or someone does.

Example :
1. We buy some books to learn English verbs.
 = The action word is “to buy”. It tells us that the subject “we”, that is the person who performs the action of the verb is “buying some books”.
2.  Jimmy playing football
 =  The action word is “playing”


Complement : Can often be confused with the Object. While the Subject and Object of a clause, in the vast majority of cases, refer to different entities, the Complement gives more information about either the Subject or the Object. As with the Subject and Object elements, there is only one grouping or phrase which is considered to be the Complement of a clause.

Example :
1. Iqbal hit Dery.
 = Iqbal is a policeman.
2. The camel carried the load.
 =The camel smells awful.

Modifier : Tells the time, place or manner of the action. Very often it’s a prepositional phrase. Prepotional phrase is a group of words that begins with a preposition and ends with a noun.
Example :
1. Dina was driving car in the street
 = (modifier of place)
2. Lala was swimming in the pool yesterday
 = (modifier of place) (modifier of time)


Daftar Pustaka : https://dwiyustiyanita.wordpress.com/2016/03/28/subject-verb-complement-modifier/

Senin, 01 Juli 2019

Pentingnya Bahasa Inggris Dalam Sistem Informasi


          Menurut saya pada saat ini teknologi dan informasi berkembang sangat pesat, tidak heran jika sekarang informasi banyak sekali didapatkan dari teknologi yang sangat canggih. Di era sekarang skill komputer dan bahasa inggris sangat penting, banyak sekali manfaat yang sangat berguna juga dalam menunjang/menyongsong masa depan saat kita memiliki ilmu atau menguasai dua bidang tersebut. Saat ini setiap individu dituntut untuk dapat menguasai komputer dan bahasa inggris. Mengapa demikian? Karena saat ini bahasa inggris merupakan bahasa yang mendunia dan perguruan-perguruan tinggi bahkan perusahaan selalu mencari karyawan yang memiliki skill komputer dan bahasa inggris.
            Dalam sistem informasi sendiri mungkin bahasa inggris menjadi bahasa yang mendasari setiap proses atau hal yang dilakukan untuk mengerjakan hal pada bidang sistem informasi. Seperti mengkoding data atau menganalisis data, kebanyakan aplikasi atau software yang digunakan hanya dapat menjalankan perintah dengan bahasa inggris. Bahasa-bahasa dalam dunia komputer juga menggunakan bahasa inggris. Oleh karena itu sangat bahasa inggris merupakan bahasa yang penting dalam sistem informasi.
Salah satu profesi yang juga membutuhkan bahasa inggris adalah profesi sebagai IT (Information Technology) Professionals. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para IT Professionals adalah ketika mereka harus berkomunikasi dengan klien yang menggunakan bahasa inggris. Sebagai IT Professionals sebaiknya menguasai bahasa inggris untuk membantu rekan-rekan kerja mereka dan juga para klien yang memakai jasa mereka. Karena program di computer dan juga sistemnya memakai bahasa inggris, jadi para IT Professional ini harus menguasai bahasa inggris.
Salah satu alasan kenapa bahasa inggris penting dalam sistem informasi karena istilah dalam bahasa pemrograman dibuat dalam bahasa Inggris. Misalnya Constant, Variable, Array, Object, Function, Class, dan lain-lain. Kalau kita paham bahasa Inggris, akan sangat mudah memahami apa yang dimaksud. Dengan paham istilah dalam bahasa Inggris saja, kita akan mendapatkan gambaran awal bagaimana komponen bahasa pemrograman tersebut bekerja. Pemahaman terhadap kerja komponen sangat menentukan bagaimana kita membuat program atau aplikasi nantinya.
Banyaknya client dari luar negeri juga menuntut kita untuk mampu berbahasa inggris dalam dunia sistem informasi, Dengan menguasai bahasa Inggris, salah satu keuntungannya adalah bisa berkomunikasi dengan orang-orang non-Indonesia. Jika ada calon client yang dari luar negeri, kita bisa langsung berkomunikasi dan mengetahui dengan pasti keinginan mereka. Paling tidak, menguasai bahasa Inggris secara pasif bisa membantu kamu untuk berkomunikasi menggunakan text, seperti via Telegram, Whatsapp atau email. Kesempatan untuk bekerjasama dengan bayaran yang tinggi pun menjadi lebih nyata.
Beberapa manfaat menguasai bahasa ingris pada bidang IT:
  1. Pertama kita akan mudah menggunakan atau menguasai sistem operasi atau operating system (OS) dikarenakan menggunakan bahasa inggris baik itu OS untuk computer maupun smartphone.
  2. Seperti yang kita ketahui bahwa menguasai bahasa inggris sangat bermanfaat untuk bisa menggunakan software dengan lancar.
  3. Banyak sekali tutorial atau modul-modul di internet baik itu tentang pemrograman,jaringan maupun design yang hampir semuanya menggunakan bahasa inggris, jadi kita harus bisa menguasai bahasa inggris untuk dapat mengerti dari tutorial atau modul tersebut.
  4. Kita semua tahu bahasa pemrograman apapun menggunakan bahasa inggris jadi untuk mengerti bahasa pemrograman seperti itu kita harus bisa menguasai bahasa inggris untuk dapat memahimanya.
Itulah beberapa sebab mengapa bahasa inggris penting dalam sistem informasi.

Senin, 06 Mei 2019

Cover Latter & Curriculum Vitae


Mutiara Pujiasepti
Email: mutiarapujia@gmail.com
Mobile: 0857 1480 4098
6 May 2019

Mr X
Data Analyst Manager
Phone: XXXX XXX XXX
Email: info@go-jek.com

Dear Mr.X,
My name is Mutiara Pujiasepti and I am applying for the position of Data Analyst with your company as advertised on Linkedin.
I have always been a numbers person, with exceptional mathematics and computer skills. I am fluent in a number of data management systems and software, including Excel, mySQL and Oracle 11i. Statistical significance, A/B testing, and data-driven optimization are the rhythm of the drumbeat I march to.
As much as I’m into data manipulation, it’s the analysis of data that really gets me going. I like to explore the relationships between numbers, and translate digits and spreadsheets into stories. In the age of big data, these stories become actionable solutions and strategies for businesses, and I take pride in my ability to make data accessible to both executive decision-makers and frontline sales staff.
On a personal level, I am detail-oriented, organized, and precise in my work; the only thing cleaner than my room are my spreadsheets. I have strong communication skills with a knack for clear and illuminating presentation. I’m comfortable on my own facing the numbers, but I really enjoy being part of a motivated team of smart people.
Please find my contact information at the top of this letter, as well as on my enclosed resume. I appreciate your time spent reading this letter, and look forward to connecting in the future.

Sincerely,
Mutiara Pujiasepti


CV Mutiara Pujiasepti

Minggu, 07 April 2019

This is my personal description

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
          Helloooo, let me introduce myself here. My Name is Mutiara Pujiasepti and you can call me Mutiara or Muti. I was born in Jakarta,September 15th,1997. Which means I am 21 years old now. I graduated from kindergarten (TK) named Al-Manan from 2002 – 2003. Elementary school (SD) Negeri 02 Jakarta Timur from 2003 – 2009, junior high school (SMP) Negeri 27 Jakarta Timur from 2009 – 2012, and senior high school (SMA) Negeri 71 Jakarta Timur from 2012 – 2015. And the last, I study at the Gunadarma University. I started it from 2015 until – now.

          I have 3 siblings; 2 sisters and 1 brother. I am the youngest child of four in my family. I love my family and can do anything for my family. They have given me so much love and affection and have made me who I am today. Their happiness means a lot to me and I can do anything to keep them all happy,especially my mom and my father. My father didn’t tell me how to live. He lived, and let me watch him do it. I learn so much from him. Now he doesn’t exist in this world. That’s because he is in Heaven. My father passed away four years ago.  

          I am a person who is positive about every aspect of life. Caring for people has always been my desire. Whenever I see someone, who I think need careness or help, I am always willing to help them. There are many things I like to do, to see, and to experience. I like to listen to my favourite music, but what kind of music I listen always depends on my mood. My favorite singer is Adam Levine. I like to think, I like to dream,I like to talk,I like to see the sunrise in the morning, I like to see the moonlight at night, I like delicious food, I like people,I like to laugh, I like the land, the nature and i like traveling.. I like traveling because when you traveling, you will learn about other cultures, ways of living,various types of food and habits of people.

          Then last but not least I love praying. I pray as much as I can. I also feel that whenever I pray, it helps me getting forward and achieving more and more.

Jumat, 08 Februari 2019

TAHAPAN PEMERIKSAAN DAN PENGAMBILAN BUKTI AUDIT SISTEM INFORMASI


BAB I : PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan zaman saat ini banyak perusahan yang mengandalkan sistem informasi sebagai pendukung jalannya operasional perusahaan. Sistem informasi hampir selalu dioperasikan oleh sumber daya manusia pada suatu perusahaan sehingga tidak dapat dipisahkan dengan pengoperasian dan kehidupan perusahaan. Sistem informasi merupakan sumber daya strategis dalam suatu perusahaan, untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, maka  pengolaan informasi merupakan kunci dari tercapainya visi dan misi perusahaan tersebut.
Pengendalian (controlling) merupakan salah satu fungsi manajemen dalam mencapai tujuan organisasi, yang merupakan manifestasi dari usaha manajemen untuk mengurangi resiko kerugian dan penyimpangan dalam suatu organisasi. Pengendalian Internal yang efektif merupakan salah satu faktor kuncidalam kesuksesan sebuah organisasi. Dalam pengendalian intern yang efektif, manajemen dan segenap anggota organisasi lainnya akan memiliki tingkat keyakinan yang memadai dalam mencapai tujuan dan sasaran suatu organisasi. Dimana dengan adanya sistem pengendalian intern yang efektif,dapat membantu dalam mencapai tujuan organisasi yang antara lain dalam hal efisiensi, dapat mengurangi resiko kerugian dan dapat menghasilkan suatu laporan keuangan yang baik serta sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.


TUJUAN

Mengetahui Tahapan Pemeriksaan dan Pengambilan Bukti Audit Sistem Informasi.


RUANG LINGKUP

Sistem informasi.


BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI

ACL(Audit Command Language) merupakan aplikasi yang hanya mampu ‘read-only’, ACL tidak pernah mengubah data dari sumber asli sehingga aman digunakan untuk menganalisis jenis live-data. Keanekaragaman sumber data dan teknologi akses data dan cara mengakses data juga bervariasi dari satu sumber data ke data lain. ACL dapat membaca beberapa sumber data secara langsung dengan mengimpor dan menyalin sumber data sehingga data dapat dianalisis. ACL dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.


BAB III : PEMBAHASAN
Tahap-tahap Audit Sistem Informasi Audit Sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai macam tahap-tahap. Tahap-tahap audit terdiri dari 5 tahap sebagai berikut : 

Tahap Pemeriksaan Pendahuluan.  
Sebelum auditor menentukan sifat dan luas pengujian yang harus dilakukan, auditor harus memahami bisnis auditi (kebijakan, struktur organisasi, dan praktik yang dilakukan). Setelah itu, analisis risiko audit merupakan bagian yang sangat penting. Ini meliputi review atas pengendalian intern. Dalam tahap ini, auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. pada tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau mengundurkan diri dari penugasan audit.   
Tahap Pemeriksaan Rinci.
 Pada tahap ini auditnya berupaya mendapatkan informasi lebih mendalam untuk memahami pengendalian yang diterapkan dalam sistem komputer klien. Auditor harus dapat memperkirakan bahwa hasil audit pada akhirnya harus dapat dijadikan sebagai dasar untuk menilai apakah struktur pengendalian intern yang diterapkan dapat dipercaya atau tidak. Kuat atau tidaknya pengendalian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor dalam menentukan langkah selanjutnya.  
Tahap Pengujian Kesesuaian. 
Dalam tahap ini, dilakukan pemeriksaan secara terinci saldo akun dan transaksi. Informasi yang digunakan berada dalam file data yang biasanya harus diambil menggunakan software CAATTs. Pendekatan basis data menggunakan CAATTs dan pengujian substantif untuk memeriksa integritas data. Dengan kata lain, CAATTs digunakan untuk mengambil data untuk mengetahui integritas dan keandalan data itu sendiri. . 
Tahap Pengujian Kebenaran Bukti.
Tujuan pada tahap pengujian kebenaran bukti adalah untuk mendapatkan bukti yang cukup kompeten,. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah (Davis at.all. 1981) : 
1. Mengidentifikasi kesalahan dalam pemrosesan data  
2. Menilai kualitas data  
3. Mengidentifikasi ketidakkonsistenan data  
4. Membandingkan data dengan perhitungan fisik  Konfirmasi data dengan sumber-sumber dari luar perusahaan. 
Tahap Penilaian Secara Umum atas Hasil Pengujian. 
Pada tahap ini auditor diharapkan telah dapat memberikan penilaian apakah bukti yang diperoleh dapat atau tidak mendukung informasi yang diaudit. Hasil penilaian tersebut akan menjadi dasar bagi auditor untuk menyiapkan pendapatanya dalam laporan auditan. Auditor harus mengintegrasikan hasil proses dalam pendekatan audit yang diterapkan audit yang diterapkan. Audit meliputi struktur pengendalian intern yang diterapkan perusahaan, yang mencakup : 
A. Pengendalian umum, 

B. Pengendalian aplikasi, yang terdiri dari :
1. Pengendalian secara manual, 
2. Pengendalian terhadap output sistem informasi, dan
3. Pengendalian yang sudah diprogram.


BAB IV : PENUTUP
Dari penjelasan mengenai tahapan pemeriksaan dan pengambilan bukti audit sistem informasi terdapat 5 tahapan yang harus di lalui audit system informasi sebelum laporan akhir audit diberikan.